Minggu, 05 Mei 2013

Gereja Bersejarah Surabaya 1 - Gereja Kepanjen



Gereja Kepanjen 



Nama Geraja aslinya ialah Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria. Gereja Kepanjen merupakan permanen pertama di Surabaya dan diremikan pada tanggal 22 Maret 1822.Lokasi gereja saat itu berada di tikungan Roomsche Kerkstraat dan Komedieplein, saat ini kira kira di Jl Cenderawasih dan Jl Merak. Gereja ini pernah beralih fungsi menjadi rumah sakit darurat karena wabah kolera yang menyerang Surabaya. Setelah puluhan tahun, gereja mulai ditinggal umatnya. Baik karena keadaan fisik bangunan yang makin memprihatinkan setelah gempa bumi, atau himpitan bangunan-bangunan baru yang muncul bersamaan dengan perkembangan kota yang bergerak jadi kota perdagangan.

Pada tahun 1867, bangunan gereja yang dibangun oleh Pastor H. Waanders ini mengalami retak-retak akibat gempa bumi, sehingga tanggal 4 April 1899 dibangunlah gereja baru di Tempelstraat atau kini Jl Kepanjen 4-6Surabaya, tidak jauh dari Tugu pahlawan dan kantor gubernur.

Gereja baru ini diarsiteki oleh W. Weestmas. Konon, untuk pembangunan pondasi membutuhkan 799 buah kayu galam yang didatangkan dari Kalimantan.  Yang unik dari gereja ini adalah arsitekturnya yang kental dengan corak Gereja di Eropa. bangunan ini membujur barat-timur dengan langgam atau corak arsitek neo gotik.

Pada tanggal 5 Agustus 1900, Mgr Edmundus Sybrandus Luypen memberkati pembangunan gedung gereja yang dipersembahkan pada Bunda Maria dan menamai Kelahiran Santa Perawan Maria.

Gereja Kepanjen ini dahulu dikepung Pabrik Senjata Altellerie Constructie Winkel, pabrik pembuatan mata uang logam, tangsi prajurit, rumah sakit tentara, dan lain sebagainya. Dan seiring waktu, gereja yang bertahan hanya yang di Jl Kepanjen.

Hingga hari ini dapat dilihat, beberapa bata dari dinding gereja bila kita amati ada yang memiliki warna berbeda, beberapa lebih terang, beberapa lebih gelap, ini tak lain karena dinding bata tersebut berlubang-lubang karena pertempuran sehingga beberapa bata harus mengalami pergantian.

Pada pertempuran Surabaya 1945, kawasan Kepanjen dan Kebonrojo tak luput dari amukan artileri tentara Inggris baik dari arah laut maupun serangan serangan dari pesawat udaranya, sebagai gambaran bagaimana pertempuran dikawasan ini bisa dilihat dalam salah satu lukisan M.Sochieb dalam buku "Peristiwa 10 November Dalam Lukisan"

Pembangunan Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria diawali dengan pemancangan tonggak pertama pada tanggal 12 April 1899, diikuti tonggak-tonggak lain sebanyak 790 batang pinus yang khusus didatangkan dari Eropa. Setelah pemancangan tonggak selesai, pada tanggal 19 Agustus 1899, Pastor PJ van Santen meletakkan batu pertama. Bersamaan dengan prosesi ini, sebuah tabung timah berisi piagam di atas kulit hewan (perkamen) ditanam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar