Minggu, 04 September 2011

Aturan Pembagian Fee Ticket Sepakbola


Aturan Pembagian Fee Ticket Sepakbola.

bestinterestratesonsavingsaccounts.org


Sejatinya kita memiliki pangsa yang besar untuk mengaet dana dari tiket pertandingan. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan hampir tiap kota besar memiliki klub sepakabola sebut saja seperti Persebaya, Arema, Persija dan masih banyak lagi maka jelas-jelas kantong kas klub akan terisi. 


Akan tetapi menilik fakta bahwa tahun ini PSSI gonjang-ganjing kekurangan dana buat operasional koq bisa ya?... ada apa padahal kompetisi jalan terus… sepertinya ada hal yang harus dikoreksi kembali…


Dari hal itu, kami sebagai pemerhati dan penikmat sepakbola bertukar pikiran walaupun kami menggelar forum di tempat public, warung kopi saja. Tapi jangan salah obrolan kami juga serius walau tidak pernah terdengar sampai ke pihak yang kompeten dibidangnya.


gallery.hd.org
Hasil obrolan kami tentang dana pemasukan ticket pertandingan. Asumsi kami dengan harga ticket yang paling rendah katakana selembar 15ribu rupiah. Bila dikalikan dengan rata-rata pemirsa pertandingan langsung sebanyak 10.000 orang. Kami ambil gampangnya saja. Maka dalam satu pertandingan akan terkumpul 150 juta. Ya kurang lebih segitulah… bisa lebih bisa kurang. Bila team yang sudah terkenal saya rasa kapasitas stadion akan terpenuhi dan ticketpun akan melambung. 


Dalam satu musim bila terdapat 16 team yang berlaga maka akan didapati 150 juta kali 15 x pertandingan home yakni sebesar 2,25 Milyar setahun bagi team kandang. 




Ada pemikiran bilamana baiknya, harga ticket tersebut disharekan kepada beberapa pihak yang terkait. ambil contoh demikian:

·         Penyelenggara kompetisi = 10 % = 15 Juta.
Mengapa kita saya masukkan ke dalam pihak ini, yang jelas apabila pihak penyelenggara minimal memiliki kas buat opersional. Bila hitung kasaran dalam satu pekan gelaran maka minimal didapatkan sekitar 120 juta. Kita kalikan saja selama 30 pekan, maka nilai nominal yang didapat sekitar 3,6 milyar rupiah. Tuh masih dalam hitungan dasar. Ya uang segitu kahn juga akan dibagi-bagi untuk ongkos wasit, ofisial pertandingan, pengurus kompetisi. 

·         PSSI = 5% = 7,5 Juta
Sedangkan PSSI sebagai induk Sepakbola tanah air juga selayaknya dapet bagian dari penjualan ticket masuk yang kurang lebih sekitar 1,8 Milyar. 

·         Pihak Keamanan = 5% = 7,5 Juta.
·         Pihak Stadion = 5% = 7.5 Juta.
·         Assuransi Jiwa dan Kecelakaan = 5 % = 7.5 Juta.
·         Team Tamu = 10% = 15 juta. 

Begitu pula bagi team tamu, mereka juga akan pulang dengan membawa 15 juta per pertandingan away mereka. Dalam semusim mereka bisa saja mendapatkan sekitar 225 juta  Rupiah.

·         Team kandang = 60 % = 90 juta.

Sedangkan Jatah terbesar tetap akan didapatkan oleh team home 1,35 Milyar.


Khusus bagi team yang bertanding mereka akan mendapatkan fee pertandingan baik home and away. Katakanlah 1,35 M ditambah 225 juta rupiah maka akan didapatkan sebesar 1,575 Milyar. Itupun masih perhitungan dengan basis harga minimal atau kelas ekonomi dan juga dengan jumlah penonton sebesar 10 ribu orang. 


Bila menginginkan jumlah yang lebih besar, team marketing dan promosi klub harus pandai-pandai mengemas hajatan pertandingan bola supaya lebih banyak lagi supporter yang memenuhi isi stadion.

eu.fotolia.com

Mungkin nilai itu kecil kalau dilihat dalam skala pertandingan nasional, akan tetapi bila hasil itu bisa dibagikan secara adil kepada semua pihak yang terkait maka mungkin akan didapati satu kesatuan yang kompak yang bisa memajukan sepakbola tanah air. 


*Presentasi dihitung berdasarkan harga ticket masuk tiap pertandingan. Bila dinominalkan sesuai dengan tafsiran atas. 


Jujur saja sepakbola kita belum bisa dijual layaknya kompetisi liga-liga elit Eropa. Kalau mereka  bisa menjaring sponsor kelas kakap dan Hak Siar televise dengan harga yang begitu tinggi, kita masih belum bisa seperti itu seketika. Fee ticket pertandingan sebetulnya hak setiap klub untuk mengelola secara independen.  Toh ada baiknya juga bila kita membagi berkah dengan apa yang kita terima.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar