Tampilkan postingan dengan label motivasi diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi diri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Oktober 2012

Bila kita tidak pernah mencoba, kita belum benar-benar HIDUP



“If you haven’t Try… you haven’t live at all”

Saya ambil kata diatas, dari kuota sebuah film yang berjudul Meet Joe Black. Kalimat diatas diucapkan oleh seorang bapak, William Parish pada anak gadisnya nya agar jangan takut jatuh cinta. Jangan takut merasakan cinta dan jangan hanya mau menerima apa adanya bila mana cinta yang kamu dapat sekarang bukanlah cinta yang benar-benar cinta. Diceritakan, cinta yang ada pada anak gadisnya terlihat biasa saja, normal saja dan mungkijn itu-itu saja. Padahal hidup itu bergejolak, penuh liku-liku dan never ending learning.. bahkan saat memahami pasangan kita.

Berikut bunyi kuota tersebut:
“Love is passion, obsession, someone you can't live without. If you don't start with that, what are you going to end up with?

“Cinta itu hasrat (anthusiasm), keinginan (untuk memiliki) yang mengebu, dan cinta itu ada pada seseorang yang mana kamu tidak bisa hidup tanpanya.. kalau hidupmu tidak dimulai dari rasa Cinta.. bagaimanakah kamu akan akhiri perjalanan hidupmu”

Fall head over heels. I say find someone you can love like crazy and who'll love you the same way back.

Kalau perlu jungkir baliklah, Saya minta carilah seseorang yang dapat kamu benar-benar cintai, sampai kamu gila sekalipun, dan seseorang yang akan berlaku sama denganmu..

And how do you find him? Forget your head and listen to your heart. I'm not hearing any heart. Run the risk, if you get hurt, you'll come back.

Bagaimanakah caranya temukan orang itu?... jauhkan logikamu, dengarkan kata bathinmu. Saya rasanya tidak melihat kamu gunakan bathinmu. Ambil resiko, toh bila kamu terluka, kamu akan pulih kembali.

Because, the truth is there is no sense living your life without this. To make the journey and not fall deeply in love - well, you haven't lived a life at all. You have to try. Because if you haven't tried, you haven't lived.

Karena, sejatinya, kamu tidak akan merasakan arti hidup tanpa cinta.  Apalagi dalam mengarungi masa hidupmu, tanpa benar-benar merasakan cinta.. kamu belumlah merasa hidup! Kamu harus coba yang satu ini, bilamana kamu belum mencoba, kamu belumlah merasakan arti hidup…

by William Parrish

Saya pernah bertemu dengan seorang gadis yang berusia 20 tahunan. Lama-kelamaan, gadis ini menjadi jauh lebih dekat dengan saya, ternyata walau gadis ini sudah berusia kepala dua, dia masih saja boleh dikatakan “hijau” dalam memahami apa tujuan hidup ini. Gadis ini sebut saja namanya Antin, masih saja hidup dalam ikatan norma dan adat ketimuran yang sangat kuat. Ujung-ujungnya, ya segala yang dia lakukan semata-mata demi kebahagian keluarga. walau terkadang, keinginan keluarganya berbenturan dengan keinginan dirinya. Hal ini ternyata terbawa hampir pada semua aspek kehidupannya. Sehingga, terkadang dia lebih banyak mengikuti arus daripada menyoba menyeberang atau bahkan melawan arus. intinya, dia bersikap apatis dan selalu nurut alias ABG “Alias babe Senang”.

Pada awalnya sih hal itu tidak begitu merisaukannya, lambat laun, konflik internal semakin mendera. Cewek ini sebenarnya lebih berjiwa kreatif dan kartoonis, kita tahu orang yang kreatif biasanya tidak suka keteraturan dan pola hidup terstruktur. Type ini lebih banyak suka mengeksplorasi diri, maunya menikmati hidup. Tapi apakah bisa?

Demi menuruti lingkungan, akhirnya dia masuk ke sebuah PT ambil jurusan Psychology. Yang namanya Phsychology itu makanan berat.. banyak hal-hal detail yang harus dipahami dan ini jelas-jelas berseberangan dengan sikap anak-anak kreatif yang lebih abtraksi dan lepas dari pola. Bisa ditebak, salah Jurusan! dia mulai mengeluh ini itu saat kuliah mendekati tahun kedua. rugi besar khan menanti, mulai rugi secara materi, rugi waktu dan tenaga.    

Contoh lagi ya saya sendiri, entah kenapa saya selalu suka mencari dan mengeksplorasi walau saya belum tahu juga tujuan akhirnya. Tapi satu hal yang saya dapatkan yakni lama-kelamaan perasaan takut sebelum mencoba hilang secara perlahan. Mulai ekplorasi dunia alam dan adventure lalu dalam kehidupan cinta. Dahulu saya selalu berpikir ribuan kali sebelum melangkah mendekati pujaan hati, tapi sekarang sudah beda. Akhirnya, saya sendiri memberanikan diri nyamperin si Antin dan tuangkan semua perasaan, yang jelas perasaan dag dig dug itu ada tapi benar apa dikata..

Saya tahu, kemungkinan diterima tidak lebih dari 50%. kita saja sudah pasti berbeda dari awalnya, dan dari latar belakang keluarga juga. Akan tetapi bila tidak dicoba, saya akan mati kutu, hidup dalam penyesalan dan kegetiran. Setelah dicoba ntah nantinya getir atau manis sebagai imbalannya, ya itulah rasa yang akan saya dapatkan bila ingin merasakan hidup..

Dalam hidup ini, manusia selain dibekali otak untuk berpikir, juga ada bathin yang mesti diperhatikan. menurut saya pribadi, bathin itulah yang bisa member warna akan hidup kita. dari bathin muncullah hasrat-hasrat manusia seperti hasrat mencintai sesame, hasrat dicintai sesame, hasrat memiliki, memberi, mendapatkan dsb. apakah hasrat itu bisa dipenuhi seratus persen oleh otak kita?..   

Bukan bermaksud ngajarin sembrono, tetap kita harus berpikir, setelah berpikir barulah kita mau mencoba atau tidak.

Hidup ini penuh misteri, terkadang apa yang merisaukan kita belumlah seratus persen terjadi. Apa yang kita takutkan bukanlah semenakutkan itu. Tapi bilamana apa yang merisaukan kita benar-benar terjadi, sudah pastilah dan otomatis kita sudah punya langkah selanjutnya.  Bukankah pada saat kita takut akan sesuatu, secara tidak langsung pikiran kita memikirkan sebab – akibat dan juga solusi?..

Nah bila kita tidak mau mencoba, kita sendiri yang lupa. kita tidak tahu kemampuan diri kita, kita tidak akan memiliki perngalaman tersebut dan bila ternyata kita tetap saja tidak mau mencoba ?...bisa-bisa berkat atau hadiah yang tersedia bagi kita itu akan terlepas begitu saja.

Kalimat tersebut tidak hanya untuk urusan cinta semata akan tetapi bisa digunakan untuk aspek-asoek yang lain. Biasanya ketika kita dihadapkan pada persimpangan karir, keinginan terdalam dan sebagainya.

ya… sebelum anda benar –benar menyesali waktu hidup anda tanpa berusaha meraih apa yang anda dambakan, tidak salahnya anda mencoba dan rasakan apa arti hidup itu sendiri…

If you haven’t, you haven’t live at all..







Rabu, 27 Juni 2012

Kisah Dan Makna Sebuah Pensil

Image Source: naritavc.blogspot.com
Kisah Dan Makna Sebuah Pensil

Hidup dan pribadi kita… hampir sama dengan sebatang pensil…

Dunia pendidikan selalu erat kaitannya dengan beragam alat tulis. Sewaktu saya kecil dulu, saya hanya mengenal pensil, bolpoint plus krayon atau spidol yang fungsinya hampir semuanya serupa yakni sebagai alat tulis. Sejalan dengan perkembangan zaman serta innovasi yang selalu dinamis, saat ini kita disuguhi beraneka ragam jenis alat tulis yang semuanya tercipta untuk memenuhi hasrat kreativitas kita semua.

Tanpa memandang remeh alat tulis modern saat ini, saya koq tertarik dengan nilai dan makna terdalam dari sebuah pensil sederhana yang biasanya hanyalah… batangan hitam dari karbon yang terbungkus oleh balutan kayu dibagian luarnya.. serta rata-rata bersisikan segi enam. Plus saya hendak sharing juga dari sebuah artikel yang pernah sekali saya baca dulu kala… dan masih tersimpan hingga saat ini, yakni:

“Kisah sebuah Pensil sederhana…”

Yang disajikan dalam bentuk narasi sebagai berikut:

Ada seorang pembuat pencil, katakanlah demikian, setelah dia selesai membuat pencil dan sesaat sebelum dia memasukan pensil buatanya kedalam box kemasan untuk didistribusikan keseluruh dunia.. pembuat pencil tadi berpesan kepada pensil tadi… begini,

“Hai pensil ciptaanku.. ada lima hal yang hendaknya kamu perlu ketahui.  Lakukanlah itu dan kamu akan menjadi pensil terbaik yang pernah ada. Ingat baik-baik pesanku ini ya… jangan kalian lupakan satu pesanpun… imbuh sang pembuat pensil tadi.

Pertama, kamu akan mampu melakukan atau menghasilkan karya yang hebat bilamana kamu berada dalam tangan seseorang. 
Image source: bestfard.wordpress.com 

Ya… tanpa bimbingan dan arahan dari orang yang berwenang dalam hidup kita, mustahil kita akan menghasilkan sesuatu yang agung. Bisa jadi arahan tersebut dari Tuhan kita, orang tua kita, dan juga para guru kita.

Kedua, kamu akan mengalami proses rautan yang menyakitkan dari waktu ke waktu,  akan tetapi itulah yang kamu perlukan bila ingin menjadi pencil yang lebih baik

Apabila mata pencil kita tidak seruncing dan bulatannya mulai membesar, kualitas goresannya khan tidak sebagus bila mana mata pensil masih bagus bukan?  Solusinya?... adik-adik kelas satu dan dua sudah pasti tahu jawabanya, tidak lain ya… di raut kembali agar bisa berfungsi lagi.

image resource: faishere.hostoi.com

Bagaimanakah dengan hidup kita? Baik sebagai pelajar maupun pengajar?... apakah kita mau bersakit-sakit dan mengalami proses rautan berkali-kali?... agar kualitas kita semakin baik?...

Ketiga, hidupmu dan hasil karyamu akan dilihat dan dikoreksi kesalahannya baik olrh orang lain ataupun dirimu sendiri.

Anggap saja, bila kita menulis atau berkarya dengan pensil kita, dan hasilnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan sudah barang tentu kita akan menghapus dan menganti dengan yang baru, disini manusia seharusnya tidak perlu takut berbuat salah, atau merasa malu apabila kita membuat kesalahan. Bolehlah kita merasa malu sebagi tanda kita masih care dan masih mempunyai nilai diri akan tetapi bila hal itu tidak secara cepat kita koreksi dan kita counter action, maka siap-siap saja hidup kita akan selalu dalam bayang-bayang kegagalan alias menjadi seorang yang “BIG L” atau BIG LOSER = Pecundang besar… rugi khan?...

image resource: nurpahsari.blogspot.com
Dalam contoh ini kita seharusnya juga bersiap diri dan bisa menerima apabila sikap dan karya kita dikoreksi oleh orang lain. Bukankah koreksi dari orang lain secara positif bisa membawa kita lebih baik walaupun terasa menyakitkan dibathin kita. Ya ada baiknya bila kita bersikap terbuka, terima segala koreksian dan analisa apakah benar dan sesuai dengan nilai dan prinsip kita. Apabila ada kredit tertentu kita seharusnya lebih senang bila kejelekan kita ditunjukkan. Semata-mata khan juga untuk perkembangan diri kita?...  





Keempat, yang paling utama dari dirimu ialah apa yang ada didalam dirimu.

Ya… terkadang dalam hidup kita terlalu sibuk memikirkan aksesories diri kita yang terkadang terlihat berlebihan sampai-sampai kita lupa hakekat diri. Ambil contoh kasus begini, banyak dari kita apabila kita sudah merasa “berduit” kita bersikap pola hidup konsumtif. Kita membeli barang ini itu tanpa melihat aspek fungsional dari benda tersebut bagi kita. Atau, saat kita berdandan dan menyemir rambut kita menjadi Pirang atau merah kecoklatan akan tetapi kita sama sekali tidak tahu budaya dan bahasa orang barat. Lebih parahnya, ketika kita ,membaca aksara “English” seperti UNDO (yang dibaca undo padahal AnDu) atau Paste yang seharusnya berbunyi “Peist” bukannya “paste”. Contoh lain, saat kita bergaya orang kaya akan tetapi sikap, tutur kata kita tidak menunjukkan bila kita merupakan golongan orang yang benar-benar Kaya – kaya harta dan budaya. benar-benar menyedihkan bukan?... tampilan orang kaya dan kota akan teapi sikap dan tutur kata “Ndeso”… Mau seperti mereka?...



Nah hal ini bisa kita lihat dipensil 2b kita, yang utama bukanlah terletak pada batang kayu pembungkusnya akan tetapi lebih pada batang karbon yang ada didalamnya. Anda akan merasa jengkel juga bukan bila mana mendapati warna atau goresan pensil anda tidak sebagus seperti yang anda harapkan? Atau batang karbonnya sering kali patah ketika kita menulis. Sudah pasti secepat kilat pencil tersebut akan melayang ke keranjang sampah yang ada dipojok ruangan atau dekat meja kerja anda… bagaimana bila anda yang menjadi pensil tersebut dan repot dengan segala aksesories luarnya akan tetapi dalamnya tidak sebagus atau sepadan?....

Kelima ialah pada setiap permukaan dimana kamu digunakan, kamu harus meninggalkan tanda atau Mark… dengan kata lain apapun kondisinya kamu harus terus menulis.

Kalimat diatas saya artikan begini, dalam hidup baik tindakan kita yang bagus atau yang jelek pastinya akan terekam dalam memori kita dan orang lain. Semua bergantung pada diri kita sendiri. Akankah kita berkarya atau malah membuat kreasi negative? Apalagi sekarang jamannya CCTV segala tindakkan kita akan terekam dan bisa dijadikan bukti jelas.



Setelah mendapatkan pesan dari si pembuat, pensil tadi mengganguk sebagai tanda mengerti dan akhirnya masuklah ia kedalam kotak dengan pesan-pesan tadi di dalam hatinya…
yaaah… dari sebuah barang yang simple akan tetapi terkandung makna yang sangat besar bukan… bagaimana dengan hidup anda?... apakah anda pensil yang berkualitas atau sebatas pensil?...


Life is a choice and the choice is yours…