Tampilkan postingan dengan label Pacitan Paradise. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pacitan Paradise. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juli 2016

Berburu Sunset di Watu Bale Pacitan



Berburu Sunset di Watu Bale


Nama tobyek wisata alam ini mungkin belum setenar Pantai Soge atau bahkan Pantai Pidakan. Selain Padahal Watu Bale berlokasi tak jauh dari kedua tempat wisata tersebut. Lebih tepatnya yakni di Desa Jetak, Kec Tulakan, Kab Pacitan. Watu Bale sendiri berada diantara Pantai Soge dan Pantai Pidakan yang bisa diakses melalui jalur JLS Pacitan – Trenggalek.

Nah, bagi yang pernah melancong ke Pantai Soge, bila anda perhatikan disebelah timur pantai, ada gugusan pantai berbatu dan berkarang. Lalu diujung semenangjung tadi ada seongok batu besar, ya itulah landmark Watu Bale. Sesusui dengan namanya, Watu berarti batu sedangkan Bale berarti pelataran atau hall yang lapang. 


Rute Ke Watu Bale

Pelancong tak perlu kuatir bila hendak mengunjungi Watu Bale. Pemerintah setempat sudah memfasilitasi papan petunjuk arah sekaligus nama pantai terpampang dengan ukuran yang lumayan besar.

Bila anda dari arah arah soge, lanjutkan perjalanan anda ke arah kota Pacitan. Sekitar 2-3 km dari Pantai Soge, ada papan penunjuk arah, anda belok kiri (ke arah selatan). Sedangkan bila dari arah Pacitan (via JLS) ketika anda memasuki Desa Jetak, anda terlebih dahulu melihat papan nama/petunjuk ke Pantai Pidakan, dari sini terus saja ke arah timur. Tak jauh dari Pidakan, anda akan menjumpai Papan nama Watu Bale disebelah Kanan anda. Papan nama terbentang didepan sebuah toko milik penduduk lokal. Anda tinggal belok kanan (ke arah selatan). 


Nah dari akses masuk tersebut, anda tinggal mengikuti jalan desa yang menjadi akses utama. Saat Libur Lebaran 2016 kemarin, kondisi jalan masih apa adanya, ada yang sudah di cor semen, ada pula yang masih berupa tanah liat yang berubah agak berlumpur saat diguyuri hujan. Kontur jalanan agak naik turun sampai dengan bibir pantai. 

Berbeda dengan Pantai Soge yang menawarkan hamparan pasir, Watu Bale menyerupai dermaga dari tumpukan bebatuan pantai. Fasilitas yang ada waktu saya berkunjung yakni sebuah warung sederhana dipinggir tebing pantai. Nah, anda bisa memarkir kendaraan anda disekitar warung tersebut. 

Trekking Pinggir Tebing

Selanjutnya, anda harus trekking menelusuri pinggiran bukit yang langsung berbatasan dengan tebing pantai. Lebar tracknya sekitar 1-1,5 meteran alias berjalan satu-satu. Lanjutkan trekking hingga ke lokasi atas bukit. Bagi anda yang mau membawa motor ke lokasi bukit yang silahkan mencoba. Namun kudu extra hati-hati karena anda tak bisa belok arah. Bila mau balik arah ya harus sampai di lokasi bukit kemudian baru putar haluan. Mengenai jarak trekking jalur ini tidaklah jauh berkisar 300 meteran saja. Alias tak menguras tenaga. Bila dibandingkan dengan jarak trekking Parkiran hingga Ke Pantai pelang, jarak trekking di Watu Bale lebih pendek. 

Welcome To Watu Bale

Dipenghujung trekkking, anda disuguhi kontur perbukitan nan rindang. Pihak pengelola bahkan sudah membangung beberapa shelter khas pantai yakni beralasankan daun kecoklatan dan bangku pohon. Jumlahnya pun tersebar diseluruh area. Area perbukitan ini cukup luas dari sebelah timur, bibir tebing diselatan hingga dibagian barat. Anda pun dengan bebas memilih spot untuk berfoto. 

Biasanya, muda-mudi paling suka berfoto mengabadikan momen ketika ombak Laut Selatan menghamtam dinding watu bale (Watu Bale terpisah dari daratan utama), sehingga momen semburan ombak menambah citarasa bidikan. Atau menunggu Sunrise ato sunset yang muncul dan tenggelam di dari punggung pegunungan. 



Nah, kira-kira apa saja yang ditawarkan obyek wisata ini?

  • ·         Trekking ke Bukit
  • ·         Fotografi
  • ·         Berburu Sunrise atau Sunset
  • ·         Piknik Keluarga

Well, pembaca selamat Berekreasi dan selamat berburu Sunset.

Nge-trail Plus Berburu Sunset di Bukit Platar, Ngadirojo, Pacitan




Saat menikmati libur dan mudik lebaran di Lorok, Ngadirojo, Pacitan, setelah bersilaturahmi pada pagi hari hingga siang, sore harinya kejenuhan mulai melanda. Dirumah bete, keluar ya jalan-jalan ke pantai-pantai saja. Disaat jenuh melanda, saudara saya, si pemilik bengkel bulucuduck menawari trail-trailan tipis-tipis ke atas bukit pinggir pantai dari atas bukit. Berbekal trail bebek goreng dan motor CB, nyalakan mesin, tancap gas dan Bukit Platar-lah yang menjadi tujuan.


Bukit ini masih terdengar asing bagi orang dari daerah luar, saya baru kali ini mendengarnya. Lokasinya ada di lereng selatan. Masuk melalui Desa Pager yang berada di tepi jalur JLS Pacitan – Panggul. Setelah melewati Jembatan Kangkung, jembatan besi nan legendaris lantaran dan sudah ada puluhan tahun di Hadiwarno, perjalanan dilanjutkan naik bukit.


Ngetrail Ke Bukit Platar


Dari jalur masuk, barulah nge-trail di mulai. Bagi penduduk lokal, mereka tak perlu membuat trail untuk menuju ke bukit. Namun bagi orang luar, disarankan memakai motor trail. Mengapa? Kondisi jalanan memang cocok untuk medan motor dirt track. Apalagi jalur naik turun dan berbelok-belok serta non aspalt. Bagi komunitas trail setempat, disekitar lokasi ada jalur trail khusus yang lebih extreme dan pompa adrenaline. 




Selama kurang lebih 20-30 menitan, habis dijalan. Pertama melewati jalur makadam / jalan cor semen yang sudah rusak. Kanan kiri layaknya hutan ladang milik warga. Selepas itu, memasuki jalan berbatuan hingga ke atas bukit. Dari atas bukit, bonus sudah menanti.  Spot Pantai Kunir bisa dinikmati layaknya menikmati film HD dengan layar lebar. 




Nge-trail dilanjut kembali. Untuk kali ini, kondisi medan berupa tanah liat dan dan jalur setapak yang bisa dilalui satu motor trail saja. Tak jarang, kanan kiri berupa tumbuhan-tumbuhan liar yang menerpa anggota tubuh anda. Dengan kata lain, seperti trabas alas/hutan.



Berburu Sunset


Nah, pada akhirnya, hamparan rumput hijau nan tebal (ketinggian rumput sampai menutup mata kaki). Dari lokasi ini, anda bisa memotret dan menikmati pemandangan dinding bukit yang berbatasan langsung dengan pantai disebelah timur. Sedangkan disebelah barat anda bisa menikmati hamparan bukit rumput yang luas. Sedangkan disebelah selatan, anda berdiri diatas bukit yang bawahnya merupakan laut lepas.




Anda bisa mengekplore lokasi ini dengan menggunakan trail anda, bila anda ingin berjalan kaki menaiki dan turun bukit juga tak masalah. Namun dimohon berhati-hati bila kesana. Bila berlarian dan tak bisa mengerem, bahaya sekali kalau sampai keblablasan. Lokasi ini juga kerap digunakan untuk memancing ikan laut segar bagi penduduk lokal.




Satu hal yang paling dinanti dan tak boleh dilewatkan adalah berburu sunset. Bila cuaca baik, mendukung dan memang anda beruntung, anda bisa mendapatkan suasana sunset yang menakjubkan. Sebagai contoh beberapa jepretan saya kali ini.











Beberapa foto diatas sudah saya upload dalam beberapa akun yang saya miliki:

Instagram: joshuaflevante

Flicker: Joshua F Levante – visiting pacitan

Facebook: joshua F Levante


Bagi penduduk lokal yang ingin memberdayakan wisata adventure alam, sediakan email anda dikolom komentar, saya akan share beberapa poin-poin yang kelak bisa dipertimbangkan.


Selamat beradventure dan berburu..


Salam Kenal .. Semoga bisa kesana kembali

Jo FL